Wednesday, 24 August 2016

Jenis-Jenis usaha Makanan (Boga)

Jenis Usaha
a.Usaha Makanan Kemasan
Usaha makanan kemasan tak kalah menariknya dengan usaha boga lainnya. Makanan kemasan meliputi  makanan siap saji atau makanan siap santap, misalnya ayam goreng yang telah dibumbui dan siap untuk digoreng tanpa harus di beri bumbu lagi dan dilengkapi dengan sambal. Otak-otak dalam kemasan plastic mika  yang tinggal digoreng,   bandeng presto,  dan lain sebagainya.   Makanan cemilan atau snack, seperti keripik singkong, keripik pisang, keripik kentang, keripik  tempe, dan masih banyak lagi atau bisa juga kue kering atau kue basah. Begitu pula dengan sambal siap makan, sayuran siap masak, hingga bumbu instant  yang semakin praktis.
            Dalam menyusun rencana usaha makanan kemasan, kita harus memfokuskan jenis makanan apa yang akan kita produksi. Misalnya, kita akan memproduksi kue basah atau kue kering. Untuk tahap awal sebaiknya kita membuat contoh makanan yang diproduksi, kemudian kita promosikan kepada kalayak ramai atau kepada saudara atau tetangga dekat. Promosi tahap awal ini harus kita lakukan, dengan harapan agar mereka menjadi pelanggan terdekat dan dari merekalah promosi ini akan terus dikembangkan. Dengan demikian, produk yang kita hasilkan harus lain dari pada yang lain, misalnya kue yang kita buat lebih enak dengan harga yang sesuai dengan produk yang dihasilkan maka konsumen pun akan tertarik dan ingin mencoba terus .  begitu pula dengan masakan siap makan atau siap olah yang semakin banyak kita temukan di pasar swalayan.
 
b.Kantin
Kantin atau kedai makanan  berada di universitas atau sekolah-sekolah. Makanan yang dijual biasanya berupa makanan kecil, seperti kue, minuman ringan, kopi, juice, dan lain-lain. Pilihan makanan sangat terbatas karena waktu bukanya pun sangat terbatas, yakni ketika jam istirahat belajar. Sedangkan di kampus, kantin bias buka atau berjualan mulai dari pagi hingga sore, seesuai dengan waktu perkuliahan. Misalnya, di kantin para siswa bias makan bakso, nasi rames, es juice, es sirup campur, makanan cemilan, kue-kue, dan masih banyak lainnya.    
   
c.Kafetaria
Kafetaria merupakan  restoran kecil yang mengutamakan penjualan cake atau kue-kue kecil, sandwich atau roti iris, kopi, the, juice, dan masih banyak lagi. Pilihan makanan sangat terbatas dan tidak menjual minuman berarkohol. Kafetaria biasanya berada di perkantoran, pabrik, rumah sakit atau kampus, sebagai tempat beristirahat atau selingan jam kerja atau jam belajar. Kafetaria hamper sama dengan kantin yang membedakan hanya lokasi dimana restoran kecil itu berada. Karena jenis makanan yang dijual hamper sama dengan di kantin, yakni  dalam jumlah kecil atau terbatas dan harganya biasanya lebih mahal sedikit dari kantin.  

d.Restoran
Restoran adalah sebuah usaha yang dikelola secara komersial untuk memberikan pelayanan dengan baik kepada semua tamu yang datang tanpa memilah-milah tamu. Tujuan operasional restoran adalah mencari keuntungan sebesar-besarnya dan dijalankan dengan cara memberi kepuasan pelayanan kepada tamu yang datang agar usaha ini dapat terus berlangsung.
Restoran pada umumnya berdiri sendiri atau merupakan bagian dari hotel yang letaknya  ada yang berada dalam suatu hotel, kantor maupun pabrik atau diluar kantor, hotel atau pabrik.
Dilihat  dari pengelolaan dan sistem penyajiannya, restoran dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu:
1.Restoran special (Specialities Restaurant), yakni usaha jasa pelayanan makanan dan minuman dengan menyediakan makanan khas serta sistem penyajiannya pun  khas, sesuai  dengan Negara asal restoran. Restoran yang dikelola secara komersial dan professional ini cukup banyak berdiri di kota-kota besar di Indonesia.  Restoran special ini misalnya Restoran Itali, Restoran Jepang, Restoran Korea, dan masih banyak lainnya. Adapun ciri-ciri dari restoran special ini adalah sebagai berikut.
a)tamu yang datang bisa memesan tempat atau tanpa memesan tempat.
b)tamu yang datang tidak terikat dengan pakaian formal atau resmi. Tetapi tamu datang dengan memakai pakaian bebas dan sopan.
c)penyajian disesuaikan dengan kebiasaan atau budaya dengan Negara asal restoran yang sudah disesuaikan dengan budaya internasional.
d)menu yang ditawarkan adalah makanan  khas suatu negara tertentu yang  populer dan disenangi banyak pelanggan secara umum.
e)menyediakan makan siang dan makan malam.
f)menyediakan  hiburan khas negara asal.
g)harga makanan relatif tinggi dibanding di restoran informal dan lebih rendah dibandingkan dengan restoran  formal.
h)pramusaji yang diperlukan cukup besar dengan standar kebutuhan seorang pramusaji melayani 8-12 tamu.

2.Restoran formal (Formal restauran), yakni usaha  jasa pelayanan makanan dan minuman dengan pelayanan eksklusif dan dengan pengelolaan secara komersial dan profesional. Restoran formal cukkup banyak berdiri di Indonesia, terutama di kota-kota besar, misalnya  Executive Restaurant. Adapun ciri-cirinya adalah sebagai berikut.
a)pelanggan atau tamu  yang datang memakai pakaian resmi atau formal, seperti stelan jas atau kemeja batik.
b)tamu yang datang sebelumnya sudah memesan tempat.
c)menu pilihan yang disediakan adalah menu klasik/menu eropa populer.
d)penyajian yang dipakai adalah system russian service/french service atau perpaduan dari keduanya.
e)ruangan cocktail dan ruangan jamuan makan dibedakan tempatnya.
f)menyediakan pelayanan makan siang dan makan malam.
g)berbagai merek minuman lengkap, seperti  wine, champagne berkualitas baik cukup tersedia.
h)tersedianya hiburan musik hidup dan tempat untuk melantai/berdansa.
i)harga makanan dan minuman relatif tinggi dibanding harga makanan dan minuman di restoran informal.
j.pramusaji lebih banyak dengan standar kebutuhan seorang pramusaji melayani 4 hingga 8 tamu.
k)kursi dan meja ditata dengan  area service lebih luas.

3.Informal Restaurant (Restaurant Informal), yakni usaha jasa pelayanan makanan dan  minuman dengan pelayanan cepat, praktis, dan  tamu yang datang silih berganti. Dikelola dengan professional dan komersial. Misalnya, Fast Food Restaurant, cafĂ©, coffe Shop, dan masih banya lainnya. Adapun  ciri-cirinya adalah sebagai berikut.
a)tamu yang dating tidak perlu memesan tempat terlebih dahulu.
b)tamu yang dating memakai pakaian bebas tetapi sopan.
c)menu sudah ada di meja makan atau di setiap counter.
d)penyajian yang dipakai adalah system american service ready plate atau self service.
e)menu yang disediakan terbatas dengan penyajian cepat
f)harga makanan danm minuman relatif murah
g)tidak menyediakan hiburan musik hidup.
h)kursi dan meja yang ditata lebih rapat antara satu dengan yang lain.
i)pramusaji lebih sedikit dengan standar kebutuhan, seorang pramusaji untuk melayani 12-16 pelanggan.

Friday, 19 August 2016

Cara membuat Tahu

Membuka Usaha Kecil Produksi Tahu dan Analisis Usahanya
Membuka usaha kecil di bidang produksi makanan adalah salah satu alternatif yang risikonya tidak terlalu besar. Dalam kesempatan ini, penyusun mencoba memberi pandangan kepada pembaca untuk membuka usaha produksi tahu.
Banyak alasan mengapa, penyusun memilih tahu sebagai pilihan alternatif. Adapun alasannya adalah sebagai berikut.
1. Modal yang Murah
Tahu adalah jenis makanan yang dibuat dengan modal yang tidak besar. Untuk memproduksi tahu, kita tidak memerlukan mesin-mesin yang canggih dan mahal. Modal yang diperlukan sedikit saja. Peralatan yang dibutuhkan adalah peralatan  umum yang kita miliki di dapur dan sedikit peralatan dapat kita buat sendiri. Untuk membeli bahan bakunya pun tidak memerlukan modal yang mahal.

2. Bahan Baku Mudah Didapat
Bahan baku pembuatan tahu adalah kacang kedelai. Sebagai negara agraris, tentunya kita tidak sukar untuk mendapatkan kacang kedelai. Berbeda dengan jenis usaha lain yang terkadang membutuhkan bahan baku impor dan tidak terdapat di negara kita.

3. Pemasarannya Tidak Sukar
Tahu adalah produk makanan. Manusia membutuhkan makan setiap hari. Hampir sebagian besar dari kita sering mengkonsumsi tahu sebagai lauk pauk. Untuk itu, pemasarannyapun tidak sukar. Untuk memasarkan tahu, kita dapat menitipkannya ke pasar tradisional, warung-warung, pedagang asongan, bahkan ke super market.










Gambar Orang menjual tahu mengendarai motor








BAB 2
Sekilas Tentang Tahu
Siapa yang tidak mengenal tahu? Tentu saja, semua orang mengenal tahu. Tanpa diketahui kapan jenis makanan ini diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia, yang pasti tahu telah ada sejak dulu.
Jenis makanan merakyat yang sering kita konsumsi ini dapat diperoleh dengan harga yang tidak mahal. Selain itu, tahu rasanya cukup enak dan dapat diolah menjadi berbagai aneka masakan. Barangkali, itulah yang menjadi faktor penyebab orang banyak mengkonsumsi tahu.












Gambar Tahu
Namun, sejauh manakah pengetahuan kita akan tahu? Ataukah kita tahu bagaimana cara orang membuat tahu? Untuk menjawab pertanyaan itu sebaiknya kita ikuti uraian berikut.

A. Kedelai sebagai Bahan Baku Tahu
Tahu memeiliki tekstur yang lembut. Warnanya putih. Rasanya enak. Namun, terbuat dari apakah tahu? Tahu terbuat dari kacang kedelai.
Kacang kedelai ialah satu tumbuhan yang telah lama dikenal orang secara umum. Menurut keterangan yang diperoleh, sejak 4800 tahun yang lalu pun kedelai sudah memasyarakat di Tiongkok.











Gambar Tanaman kedelai.
Kedelai ada beratus macamnya. Ada yang putih dan ada yang merah, ada yang kuning, dan ada pula yang hitam. Dari komposisinya, satu kilogram kedelai   mengandung :
1. Zat putih telur (protein) : 30% - 40%
2. Zat tepung (karbohidrat) : 20% - 35%
3. Minyak atau lemak : 15% - 20%
Di negara Tiongkok dan Jepang kacang kedelai sudah banyak dijadikan berbagai macam makanan. Begitu pula di Eropa. Di Amerika semua zat yang terkandung dalam kedelai banyak dipergunakan orang untuk makanan atau hal yang lain.
Berikut hal-hal yang dapat diolah dari kacang kedelai :
1. Tumbuhan kedelai yang telak dipanen kedelainya dapat digunakan untuk:
a. Pupuk hijau. Daun-daunan dari tanaman kedelai yang telah dipanen dapat dijadikan pupuk kompos dengan pengolahan yang mudah.
b. Makanan hewan. Daun-daunan tanaman kedelai sangat disukai ternak karena merupakan jenis daun yang dapat meningkatkan masukan gizi bagi ternak.
2. Biji kedelai yang telah kering dan digiling menjadi tepung digunakan untuk
Pembuatan makanan anak-anak, pembuatan roti rendah gula, bahan pembuatan makaroni, bahan pembuatan biskuit, bahan pembuatan gula-   gula coklat, bahan pembuatan kopi tiruan, dll)
3. Kedelai dalam wujud minyak digunakan sebagai bahan pembuatan :
a. Makanan
b. Agar
c. Mesiu
d. Lak
e. Pernis
f. Barang yang tahan air
g. Cat
h. Celluloid
i. Tinta mesin cetak
j. Karet tiruan
k. Minyak lampu
l. Minyak lincir
m. Sabun
n. Minyak goreng

4. Kedelai dalam wujud biji kedelai kering digunakan untuk membuat:
a. kecap
b. tauco
c. kuah
d. susu
e. kacang rebus
f. kopi tiruan
g. keju
h. tahu
i. tempe

5. Kacang kedelai muda biasanya untuk :
a. dikemas dalam kaleng


Dalam keseharian  keseharian budaya Indonesia, tempe, tahu, dan kecap, juga kadang-kadang tauco, dan beragam makanan lain yang terbuat dari kedelai menjadi makanan khas yang senantiasa terhidang di meja makan dengan beragam variasinya.












Gambar Hidangan di meja makan
b. khasiat tahu
Phytoestrogen adalah senyawa kimia yang merupakan hormon tumbuhan (phyto artinya tumbuhan), yang memiliki struktur kimia menyerupai hormon estrogen pada tubuh manusia. Karena itulah phytoestrogen dianggap bisa membantu menanggulangi masalah penurunan estrogen pada wanita. Senyawa yang berperan sebagai phytoestrogen tersebut adalah isoflavon, yang banyakditemukan pada kacang-kacangan, dan banyak berperan dalam mencegah berbagai macam penyakit.
Secara umum, isoflavon memiliki aktivitas sebagai antioksidan yang dapat mencegah terjadinya proses oksidasi LDL (Low Density Lipoprotein), kolesterol  jahat dalam darah. LDL yang teroksidasi akan terkumpul, dan menyumbat pembuluh darah jika penyumbatan terjadi pada pembuluh darah di jantung, akibatnya adalah serangan jantung, jika terjadi di otak, menyebabkan stroke.Peranan isoflavon dalam mencegah terjadinya kerusakan tulang adalah dengan cara meningkatkan jumlah massa tulang, sehingga dapat menghindari terjadinya osteoporosis.
Kacang kedelai termasuk salah satu kacang-kacangan yang memiliki kandungan isoflavon tertinggi. Oleh karena itu, kacang kedelai dan berbagai macam produk olahannya, semisal tahu, kini menjadi bagian dari pola makan sehat. Bahkan, sekarang sudah mulai banyak dikembangkan produk olahan kacang kedelai atau tahu yang cita rasa, tekstur, dan penampilannya sengaja dibuat mirip dengan daging, seperti burger atau sosis, atau dibuat mirip dengan dairy product seperti keju dan sour cream. Produk-produk tersebut dikenal dengan sebutan meat alternatives, dan dairy subtitutes.

Tahu Sebagai Makanan Diet
Tahu sangat mudah diperoleh di pasaran, macam dan ukurannya pun sangat bervariasi. Mulai dari tahu biasa, tahu Cina, hingga tahu sutera. Perbedaan tekstur pada aneka tahu tersebut selain karena perbedaan  beberapa teknik pembuatan, juga disebabkan oleh perbedaan bahan penggumpal yang digunakan. Kembang tahu sebagai hasil samping proses pembuatan tahu (kepala susu dari sari kedelai yang telah digumpalkan) juga merupakan salah satu ragam olahan tahu yang banyak beredar di pasaran.
Selain dari kandungan isoflavonnya, tahu juga memiliki komposisi gizi yang lengkap, kandungan proteinnya (8-12%) bahkan lebih tinggi dari beberapa sumber nabati lainnya. Tidak hanya itu, tahu juga mengandung beberapa mineral seperti kalsium yang berguna untuk pembentukan dan pemeliharaan gigi dan tulang, zat besi, fosfat, kalium, natrium, kholin, vitaminB, dan vitamin E.
Protein tahu yang bermutu tinggi ditandai dengan persentase proteinnya yang sama dengan mutu protein daging unggas yakni 65%, berarti lebih tinggi dari protein kedelai (61%) dan kacang tanah (43%). Tahu sangat cocok sebagai makanan mereka yang sedang berdiet, karena kandungan karbohidrat dari tahu sangat rendah (sebagian besar karbohidratnya terlarut dalam air yang dibuang), bebas kolesterol, dan kandungan lemaknya yang 78% merupakan lemak tak jenuh.
Kolesterol jahat yang dikenal dengan LDL dapat ditekan dan kolesterol baik yaitu HDL (High Density Lipoprotein) justru bisa ditingkatkan. Hal ini merupakan suatu sistem kerja yang unik sehingga keseimbangan kadar kolesterol dalam darah dapat terjaga dengan baik.

c. jenis-jenis tahu
Selain tahu biasa yang bentuknya umumnya kotak kecil, dari cara mengolahnya tahu terdiri dari banyak jenis. Berikut ini adalah berbagai jenis tahu.
1. Tahu Cina
Sepertinya, olahan tahu berasal dari negeri Cina. Di negara tersebut dalam pengolahannya, tahu benar-benar digarap secara baik. Oleh karena itu, kualitas tahu dari negeri cina sangat baik.
Di negeri kita salah satu jenis tahu dinamakan tahu cina. Tentunya, tahu ini digarap dengan teknologi dari negara tersebut. Oleh karena itu, di pasar tradisional, jenis tahu ini jarang dijumpai. Hal ini karena tahu cina harganya cukup mahal. Tahu cina,  yaitu tahu yang biasa dijual dalam  bungkusan kain kassa, ukurannya biasanya lebih besar, teksturnya lebih lembut, warnanya putih.








Gambar Tahu cina
2. Tahu sutera kotak
Tahu sutera kotak adalah  tahu yang teksturnya lebih lembut dari tahu Cina, dijual dalam kemasan tertutup dengan air rendaman di dalamnya.










Gambar Tahu sutera kotak
3. Tahu sutera silinder
Tahu sutera silinder, yaitu tahu yang dijual dalam kemasan bentuk silinder atau tabung dengan rasa yang bervariasi, mulai dari yang  tawar (plain), hingga egg tofu (tahu telur) dan shrimp tofu (rasa udang).










Gambar Tahu silinder
4.  Tahu takwa
Tahu dengan tekstur yang lebih padat, bentuknya kotak dan lebih pipih,warnanya kuning tua.  Biasa digunakan untuk asinan.






Gambar Tahu takwa

5. Kembang tahu
Dijual dalam bentuk kering dalam bentuk lembaran berwarna kecokelatan. Banyak  digunakan  dalam  makanan  Cina untuk campuran cap cay, sup, dan lain-lain.














Gambar Kembang Tahu

Dari berbagai jenis tahu tersebut, masih ada lagi jenis tahu yang tidak kalah enaknya. Tahu tersebut adalah tahu Sumedang. Diberi nama tahu sumedang karena tahu ini berasal dari sumedang.
Berbeda dengan tahu lainnya, tahu sumedang bila digoreng, tekstur kulitnya bergelombang. Kemudian, ketika tahu tersebut digigit, pada bagian dalamnya banyak terdapat pori-pori.
Dari segi rasa, tahu sumedang berasa gurih. Biasanya tahu ini lebih asin dari tahu lainnya. Tahu ini enak disantap dengan sambal.
Tahu sumedang banyak digemari. Jika anda pergi ke daerah sumedang, tahu ini banyak dijual di kios-kios di sepanjang jalan. Dan tahu ini telah menjadi pilihan banyak orang sebagai oleh-oleh khas dari  Sumedang.

D. Cara Memilih dan Menyimpan Tahu
Saat  kita mengkonsumsi tahu, terkadang kita menemukan tahu yang rasanya tidak  enak. Banyak hal yang mungkin sebagai penyebab mengapa tahu tersebut tidak enak. Mungkin cara membuat tahunya kurang baik. Atau mungkin pula tahu tersebut sudah lama. Untuk itu kita haru mengetahui cara memilih tahu yang baik dan juga cara memilih tahu yang berkualitas.
1. Cara Memilih Tahu
Karena tahu yang beredar di pasaran semakin beragam, kemudian keawetannya terbatas, sebaiknya teliti sebelum  membeli  tahu.  Tahu yang  permukaanya  berlendir dan baunya yang berubah menjadi asam sebaiknya tidak dikonsumsi lagi. Warnanya yang dari putih berubah menjadi kuning atau putih kecokelatan serta teksturnya yang semakin lama semakin lembek juga merupakan salah satu indikator kerusakan tahu.
Perhatikan juga keras atau lembutnya tahu. Beberapa waktu lalu terdengar isu penggunaan formalin sebagai bahan pengawet. Tahu yang terlalu keras dan umur simpannya cukup panjang, sangat mungkin pengawetannya menggunakan formalin.
Penggunaan formalin dalam makanan dapat menyebabkan keracunan pada tubuh. Gejalanya antara lain sukar menelan, mual, muntah, atau gangguan peredaran darah. Selain itu, hindari juga tahu yang kemungkinan menggunakan pewarna buatan. Ciri-cirinya, tahu terlihat mengilap dan warnanya mencolok.
2. Cara Menyimpan Tahu
Jika kita membeli tahu dan belum akan dimasak dalam waktu dekat, sebaiknya kita mengetahui cara menyimpannya agar tahu tersebut dapat awet. Adapun cara menyimpan tahu agar tahan lama adalah sebagai berikut.
a. Disimpan dalam lemari es
Pendingin merupakan hal biasa yang digunakan dalam mengawetkan berbagai bahan makanan. Begitu pula halnya dengan tahu. Pendingin yang banyak digunakan di dapur rumah tangga umumnya menggunakan lemari es.
Umur simpan tahu segar biasanya maksimal 5 hari jika disimpan dengan benar dalam lemari pendingin. Namun,  pelaksanaannya tidaklah disimpan begitu saja dalam lemari es. Ada  penanganan khusus yang perlu dilakukan untuk menyimpan tahu. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut.
1) Cuci tahu terlebih dulu menggunakan air bersih. Perhatian air pencucinya. Jika airnya menjadi keruh, cucilah kembali hingga air cuciannya menjadi jernih.









Gambar Tahu dicuci
2) Sedapat mungkin usahakan tahu tidak kontak langsung dengan tangan. Ada kemungkinan, tangan kita kotor. Tangan yang kotor  sangat banyak mengandung mikroba. Mikroba tersebut akan menjadi perusak tahu. Tahu lambat laun akan menjadi asam dan kemudian terjadi pembusukan.
3) Rendam kembali tahu dalam air bersih dan simpan dalam lemari pendingin. Jika tahu direndam dalam air matang, setiap 24 jam sekali air perendamnya diganti, maka tahu akan tahan selama 5 hari.















Gambar Tahu dalam rendaman disimpan dalam lemari es

b. Perendaman dengan berbagai larutan
Jika Anda tidak memiliki lemari es, ada cara lain untuk mengawetkan tahu. Caranya adalah dengan  merendam tahu tersebut dalam berbagai larutan.  Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.
1) Cucilah tahu hingga bersih. Kemudian, masukkan tahu ke dalam panci. Berilah air.
2) Siapkan beberapa  potong kunyit. Cucilah kunyit itu hingga bersih. Lalu, kupas kulitnya.
3) Setelah kunyit bersih dari kotoran dan kulitnya, parutlah kunyit tersebut hingga menjadi lembut. Kemudian, masukkan hasil parutannya ke dalam gelas. Tambahkan sejumlah air ke dalamnya. Lalu aduklah.














Gambar Kunyit diparut

4) Dengan menggunakan saringan, masukkan air kunyit tersebut ke dalam panci yang berisi tahu yang direndam.
5) Setelah tahu yang direndam diberi larutan kunyit, siapkan jeruk nipis. Belahlah jeruk nipis tersebut. Lalu, peraslah jeruk itu dan masukkan airnya ke dalam tahu yang direndam.












Gambar Tahun yang direndam diberi air jeruk nipis

6) Jika larutan kunyit dan larutan jeruk nipis telah diberikan kepada rendaman tahu, langkah selanjutnya adalah dilakukan perebusan. Perebusan selain berguna untuk membunuh bakteri yang terdapat di tahu dan air, berguna pula agar larutan kunyit dan jeruk meresap ke dalam tahu.











Gambar Tahu direbus
 Dengan cara ini, tahu dapat tahan lebih lama. Bahkan, tahu dapat bertahan selama 8 hari.
Walaupun berbagai cara dilakukan untuk mengawetkan tahu, tetap saja tahu yang masih segar lebih enak  untuk dikonsumsi ketimbang tahu yang telah disimpan beberapa lama.




















BAB 3
Proses Pembuatan Tahu

Seperti disebutkan di awal bahwa dalam kehidupan sederhanamasyarakat Indonesia, makanan dari  kedelai sudah tidak asing lagi.  Tahu  menjadi makanan khas yang selalu terhidang di meja makan. Bahkan juga sebagai camilan yang tidak kalah dengan camilan lainnya. Bahkan, tahu dapat dibuat beragam makanan hidangan yang tidak kalah enaknya.
Dalam kondisi krisis ekonomi saat ini, kemandirian usaha dan meninjau peluang pasar yang cukup terbuka untuk produk makanan yang murah dan bergizi. Mengelola kacang kedelai menjadi produk makanan seperti tahu menjadi peluang usaha yang beresiko rendah. Produksi dan pengolahannya tidak rumit, pemasaannya cenderung/berkesinambungan, limbah bahan sisa produksi bisa dimanfaatkan lebih banyak.

A. BAHAN DASAR PEMBUATAN TAHU
Bahan yang dipergunakan untuk membuat tahu ialah kedelai. Dari segi kesehatan, tahu merupakan makanan yang sangat menyehatkan dan mengandung zat-zat yang dibutuhkan untuk memperbaiki gizi masyarakat. Bahan baku utama tahu ialah kacang kedelai, sedangkan bahan pembantunya antara lain :
a. air bersih
b. larutan batu tahu atau kalsium sufat (CaSO4)
c. larutan garam atau asam cuka

B. LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN TAHU
Untuk dapat membuat tahu yang berkualitas tidaklah sukar. Jika anda mengikuti langkah-langkah berikut ini dengan baik, Anda akan dapat membuat tahu. Untuk itu, ikutilah langkah-langkah berikut ini.
1. Pengupasan dan Perendaman Kedelai
a. Kacang kedelai dibersihkan dari segala kotoran dengan air bersih.  Kemudian, rendamlah kedelai dalam sebuah wadah selama 12 jam.














Gambar. Kedelai direndam.

b. Setelah direndam, kulit kedelai dikelupas dengan cara menggosok-gosoknya dengan tangan. Kemudian direndam lagi antara 30 – 45 menit agar sisa-sisa kulit dapat lepas seluruhnya.
c. Perendaman tersebut juga dilakukan guna  membuat kedelai menjadilunak, mengembang, dan ujurannya menjadi 3 kali lebih besar dari ukuran semula.
















Gambar Kacang kedelai yang telah dikupas
2. Penggilingan Kedelai
Setelah kedelai mengembang, tahap selanjutnya adalah penggilingan. Kedelai yang cukup empuk itu kemudian dihancurkan dengan gilingan dan ditambah air. Banyaknya air yang ditambahkan ialah 1: ! dari jumlah kedelai yang digiling. Penggilingan dapat dilakukan secara sederhana dengan tenaga manusia, tetapi dapat juga dengan tenaga mekanis motor disel atau listrik.


















Gambar. Mesin penggiling

3. Pembuatan Bubur
Kedelai yang telah digiling akan menghasilkan buburputih yang dari gilingan mengalir ke dalam bak penampung. Kemudian bubur kedelai itu digodog atau direbus selama kira-kira 30 menit dengan diaduk-aduk. Supaya api tetap besar dan dapat diatur, untuk mendidihkan bubur digunakan kompor.














Gambar. Proses penggilingan menjadi bubur kedelai dan  pemanpungannya.
4. Penyaringan
Bubur yang mendidih itu diturunkan dan disaring dengan menggunakan kain putih yang diletakan pada sebuah drum alumunium. Agar bubur dapat disaring dengan kuat, di atas kain itu diletakan papan kayu  dan diberi tekanan di atasnya.
Pada prinsipnya sama seperti memeras kelapa parut untuk mendapatkan santan. Bubur kedelai diencerkan lalu diperas untuk memisahkan ampas dari saripati kedelai. Hasil penyaringan berupa ampas yang disebut ampas tahu.










Gambar Pemasakan bubur kedelai dan penyaringan
5. Penambahan Bibit Tahu
Cairan saringan yang tertampung dalam bak itu nantinya yang akan menjadi tahu. Untuk mengubah sari kedelai menjadi tahu,  perlu ditambahkan bibit tahu berupa senyawa garam atau asam sebagai bahan penggumpal.  Bahan penggumpalyang biasa digunakan berasal dari air yang keluar dari tahu pada waktu tahu ditekan dalam pembuatan tahu sebelumnya. Air tersebut dibiarkan selama semalaman hingga menjadi asam.

6. Pengadukan
Cairan asam yang dihasilkan dari perasan tahu pada pembuatan sebelumnya, dimasukkan ke dalam bubur tahu. Biarkan selama satu jam.  Kemudian, lakukanlah pengadukan. Beberapa waktu setelah itu terlihat pemisahan air dari sari kedelai yang telah menggumpal. Air yang terpisah merupakan kelebihan airyang tidak diperlukan.













Gambar Proses pengadukan

7. Pencetakan
Kelebihan air yang tidak diperlukan dibuang. Sementara itu, sari kedelai kental segera dibungkus dengan kain kassan halus.  Kemudian bahan tahu dicetak dalam alat cetak yang biasanya berbentuk kotak persegi berukuran kira-kira 50 cm yang nantinya dipres atau ditempa untuk selanjutnya dipotong-potong  seukuran 5 x 5 cm.
















Gambar.  Tahu dicetak kecil-kecil.
















Gambar tahu dibungkus
Ada juga yang dicetak kecil-kecil dengan kain penyaring yang dipotong kecil-kecil ukuran  5 X 5 cm. Lalu, tahu tersebut dibungkus tahu yang dibungkus dengan kain saringan kecil itu disusun pada loyang .

8. Pengepresan
Dalam pengolahannya, tahu banyak menggunakan air. Oleh karena itu, setelah dibentuk menjadi tahu, tahu tersebut masih banyak mengandung air. Tahu yang banyak mengandung air kurang baik. Oleh karena itu, dilakukanlah pengepresan.
Pengepresan dilakukan setelah tahu dicetak. Pengepresan  ini diperlukan guna tekstur tahu menjadi lebih keras. Dengan dipres sisa air yang terdapat di dalam tahu menjadi semakin berkurang.










Gambar Tahu dipres
9. Pemberian Rasa dan Pewarnaan
Setelah selesai ditekan,kain pembungkus tahu dibuka. Kemudian, tahu direbus dengan air garam. Untuk membuat tahu yang berwarna kuning sebaiknya jangan digunakan bahan pewarna buatan (kimia). Gunakanlah kunyit untuk mewarnainya. Caranya adalah kunyit diparut dan hasil parutannya dimasukkan ke dalam air rebusan.











Gambar Kunyit sebagai pewarna alami

C. Bagan Pembuatan Tahu
Dari uraian di atas, jelaslah bahwa untuk membuat tahu tidaklah sukar. Pembuatan tahu dapat berhasil dengan baik jika mengikuti langkah-langkah di atas. Secara ringkas, cara pembuatan tahu dapat dilihat pada bagan pembuatan tahu berikut ini.

Kacang kedelai
dibersihkan

direndam

kulit dikupas


direndam lagi


digiling dan ditambah air


bubur putih ditampung dalam bak


Bubur kedelai digodok sambil diaduk


Bubur disaring


Cairan dicampur asam cuka

Dicetak dan ditempa


Tahu siap untuk dikonsumsi atau dijual
D. RAHASIA MEMBUAT TAHU ENAK DAN SEHAT
Dalam pembuatan tahu ada rahasia khusus agar tahu terasa enak dan sehat. Adapun rahasia tersebut adalah sebagai berikut.
1. Tidak menggunakan bahan pengawet dan bahan pewarna kimia
Tahu yang tidak menggunakan bahan pengawet tidak akan menimbulkan dampak negatif terhadap tubuh kita. Bahan pengawet umumnya terbuat dari bahan kimia. Biasanya bahan kimia tersebut merugikan kesehatan tubuh kita. Begitu pula halnya dengan bahan pewarna.

2. Proses Pengolahan
Salah satu produsen tahu terkemuka di kota Bandung, mengolah tahu tanpa menggunakan pembakaran api. Pembakaran api akan menimbulkan asap yang akan mempegaruhi bau pada tahu. Untuk memanaskan bubur kedelai, mereka menggunakan pemanasan uap dari boiler. Dengan demikian, tidak akan ada asap yang akan mempengaruhi bau tahu.

3. Kualitas Kacang Kedelai
Telah kita ketahui bahwa kacang kedelai adalah bahan dasar pembuatan tahu. Dengan demikian, kualitas kacang kedelai sangat mempengaruhi kualitas tahu yang dihasilkan. Kedelai yang berkualitas tinggi, belum dapat kita hasilkan. Kedelai yang berkualitas itu masih diimpor dari Amerika Serikat. Jika menggunakan kedelai lokal, warna tahu akan kemerahan. Selain itu, tahu tersebut umur simpannya sangat singkat.
Amerika Serikat yang mengenal kacang kedelai dari negara  di  Asia, justru dapat menghasilkan kedelai dengan kualitas tinggi. Selain itu, Amerika Serikat, mampu mensuplai 50% ekbutuhan kedelai di dunia.
Dengan demikian, tidak mengherankan apabila pada saat krisis ekonomi melanda Indonesia, harga kacang kedelai meningkat hampir 3 kali lipat. Akibatnya harga tahu pun ikut meningkat.


























BAB 4
Perolehan Lain dari Produksi Tahu

Dari hasil pengolahan tahu diperoleh limbah yang tidak sedikit. Sepintas limbah tersebut tidak berarti. Namun, yang pasti, limbah tersebut berasal dari kacang kedelai yang tentunya mengandung nilai gizi yang tinggi.
Lambah tersebut masih dapat kita manfaatkan. Adapan hasil olahan limbah itu dapat kita manfaatkan untuk hal-hal sebagai berikut.

a. pakan ternak
Hasil dari pengolahan tahu diperoleh kulit kedelai yang cukup banyak. Sebaiknya kulit kacang kedelai tersebut jangan dibuang. Kulit kacang kedelai tersebut dapat digunakan sebagai campuran makanan ayam, itik, maupun ternak besar.
Dengan campuran kulit kacang kedelai, kandungan gizi dalam pakan ternak akan semakin tingging. Hewan ternak yang dipelihara pun akan tumbuh dengan sehat.
Selain kulit kacang, ampas tahu pun dapat digunakan sebagai pakan ternak. Dalam ampas tahu tersebut masih terdapat kandungan gizi.








Gambar Hewan ternak sedang makan

B. membuat kembang tahu
Kembang tahu dihasilkan dari sari pati kedelai. Saat kita menggodok sari pati kedelai dalam pembuatan tahu, harus didinginkan. Ketika didinginkan terdapat bagian yang menggumpal di permukaannya. Setelah menabal, bagian yang mulai menebal tersebut diangkat dan diangin-anginkan.  Jadilah kembang tahu. Kembang tahu tersebut digunakan sebagai bahan baku untuk membuat berbagai masakan. Rasanya enak seperti daging. Kembang tahu banyak terdapat dalam masakan seperti sup,  capcai, dan berbagai masakan lainnya.






















Gambar Kembang tahu diangin-anginkan

3. Asam Cuka
Air asam suka diperoleh saat membuat tahu. Rasanyaasa. Air asam ini nantinya dapat digunakan untuk membuat tahu selanjutnya. Air asam diangkat guna mengurangi rasa asam pada tahu. Air asam yang diperoleh dalam pengolahan tahu dapat dipakai pula untuk campuran membuat sop atau roti.









Bab 5
Analisis Usaha
Sebelum melaksanakan suatu usaha, tentulah sebelumnya harus dipikirkan untung dan ruginya. Seseorang yang hendak menjalankan suatu usaha tentunya berharap agar usaha yang dijalankannya memperoleh untung yang sebesar-besarnya. Dengan harapan, keuntungan tersebut dapat menjadi sumber penghasilan baginya.
Dalam memperhitungkan suatu usaha faktor modal dan keuntungan merupakan landasan dasar. Berapa modal yang dikeluarkan dan kapan modal tersebut dapat kembali, selanjutnya kapan keuntungan akan diraih.
Untuk memproduksi tahu, tidak diperlukan modal yang terlalu besar. Modal diperlukan untuk membeli berbagai peralatan (Modal dasar) dan pembelian bahan-bahan pembuatan tahu (Modal Harian). Modal dasar memang cukup besar. Namun, penggunaannya dapat digunakan untuk selama-lamanya, jika peralatan tersebut tidak rusak.

A. Modal Dasar
Modal dasar mencakup peralatan yang dibutuhkan untuk memproduksi suatu usaha dalam hal ini usaha tahu. Adapun peralatan yang dibutuhkan bersama rincian harganya adalah sebagai berikut.
1. Wadah plastik /ember/jolang untuk   merendam, mencuci, dan menampung bubur kedelai
3 xRp 25.000                                           =Rp       75.000
2. Keranjang dan bambu untuk meniriskan
kedelai 2 buah x Rp 3.500                       = Rp      15.000
3.   Mesin giling                                           = Rp 6.000.000
4.   Katel ukuran besar untuk menggodok,
    menampung bubur kedelai panas dan
    untuk penyaringan bubur panas
3 x Rp 60.000       = Rp.   180.000
-   Tungku dari bata dan semen                     = Rp.      75.000
-   Kain penyaring 2 meter x Rp 25.000     = Rp.      50.000
-   Loyang untuk mencetak dan papan
untuk pengempaan 5 x Rp 20.000 = Rp.      50.000
-   Pisau pemotong dan mistar kayu untuk
    mengukur ukuran tahu             = Rp.   10.000
 
Jumlah                                                   = RP 6.490.000

B. Modal Harian Produksi
1. Kedelai 20 kg x Rp 3000 = Rp.      60.000
2. Tenaga kerja dua orang x Rp 20.000 = Rp.   40.000
3. Bahan bakar = Rp.   10.000

Jumlah                Rp.   110.000


C. Keuntungan Harian
Dari 4 kg kedelai menjadi 225 potong tahu ukuran sedang dengan harga jual Rp 180. Jadi, dari 20 kg dihasilkan 1125 potong tahu x Rp 180 = 202.500
Keuntungan bersih: Rp 202.500 - 110.000 - Rp 92.500
Keuntungan sampingan:
1. ampas tahu 1 kresek ukuran sedang dijual Rp 500
2. kerak tahu 1 bungkus kering (200gr)         Rp 2000

Membuka usaha kecil

Membuka Usaha Kecil
Pentingnya usaha kecil sudah seharusnya disadari pada masa kini, karena kesadaran tersebut sudah djalani oleh negara-negara berkembang dan juga negara maju. Sebagai contoh, di Amerika Serikat, dari 5,5 juta usaha yang telah berjalan mantap ternyata 95 %-nya merupakan usaha kecil. Di Indonesia sendiri data seperti itu belum ada, tetapi menurut perkiraan banyak pengamat, tidak kurang dari 90 % usaha di Indonesia adalah usaha kecil.
Kedudukan usaha kecil di tengah-tengah kehidupan  berusaha telah mendapat tempat yang mantap, banyak menyerap tenaga kerja, ikut melancarkan peredaran perekonomian negara, bersifat lincah karena mampu hidup di sela kehidupan usaha besar, unik dan khusus sehingga tidak menghadapi usaha besar sebagai pesaing. Usaha kecil juga bersifat luwes untuk menyesuaikan dengan keadaan.
Batasan pasti tentang perusahaan kecil masih belum ditetapkan secara pasti. Untuk mengetahui besar, menengah, atau kecilnya suatu usaha orang menggunakan berbagai ukuran, misalnya : dengan ukuran jumlah penjualan tahunan dan jumlah gaji pekerja; dengan mengukur jumlah pekerja, penggunaan listrik, dan besarnya modal; bahkan jenis pembeli dan daerah pemasaran pun sering digunakan sebagai ukuran.
Ciri lain yang dapat digunakan sebagai ukuran untuk jenis usaha kecil, di antaranya :
Usaha yang dimiliki oleh pengusaha kecil umumnya secara bebas, dalam arti tidak memiliki kekhususan atau nama perusahaan atau  terkadang tidak berbadan hukum. Usaha kecil berjalan sebagai usaha di rumah-rumah yang dikerjakan bergotong royong oleh anggota keluarga.
Operasional usaha kecil  tidaklah memperlihatkan keunggulan, baik berupa penghasilan, jumlah pekerja, atau banyaknya produksi  yang mencolok.
Usaha kecil biasanya dimiliki dan dikelola oleh satu orang sebagai penggagas usaha itu dan dibantu oleh rekan terdekat sebagai usaha mencari nafkah keluarga.
Usaha kecil tentunya tidak memiliki karyawan yang resmi tercatat dalam serikat pekerja. Pegawai atau pekerja dari usaha kecil biasanya hanya pembantu satu atau dua orang atau anggota keluarga sendiri yang tidak mendapatkan upah secara resmi.
Adapun permodal usaha kecil dikumpulkan dari tabungan pribadi pemilik usaha tersebut.
Wilayah pasar usaha kecil bersifat lokal dan tidak jauh dari pusat usahanya.
A. Memulai Usaha Kecil dan Memilih Jenis Usahanya
Pada saat memutuskan untuk membuka usaha kecil yang mandiri, senantiasa timbul satu pertanyaan, usaha apa yang akan dilaksanakan ?
Ada beberapa faktor yang menjadi dasar pertimbangan di antaranya :
a. Faktor keuntungan: jika setelah diperhitungkan ternyata tidak memberikan keuntungan memadai, sebaiknya pilihan usaha yang  telah direncanakan dibatalkan.
b. Faktor pengusaan teknis cara membuat suatu barang atau jasa perlu dikuasai atau dipelajari atau menggunakan  orang lain untuk menguasainya..
c. Faktor bahan baku . Bahan pembantu merupakan faktor  yang penting yang ikut menentukan tingkat harga pokok dan kelancaran proses produksi usaha.
d. Faktor pemasaran harus diteliti kemungkinan pemasaran dan prospeknya di masa mendatang.
e. Faktor tenaga kerja. Yang perlu dipertimbangkan adalah tersedianya tenaga kerja yang murah dan kemungkinan untuk memenuhi baik jumlah, keahlian, maupun upah yang sesuai.
f. Faktor modal. Perlu dipertimbangkan kesesuaian antara modal yang dapat disediakan dengan kebutuhan usaha yang telah dipilih.
g. Faktor resiko yang harus ditanggung diseimbangkan dengan faktor keuntungan.
h. Faktor persaingan. Perlu dipelajari situasinya yang bakal terjadi dan disesuaikan dengan kemampuan menghadapi baik dalam persaingan modal maupun persaingan pemasaran.
i. Faktor kemudahan, baik kemudahan dari pemerintah maupun lingkungan misalnya kemudahan mendapatkan izin usaha, kredit modal, pajak, atau kemudahan urusan limbah.
j. Faktor manajemen atau pengelolaan dengan kepemimpinan yang baik sangat penting karena perusahaan kecil akan mudah gulung tikar apabila tidak dikelola dengan keahlian yang memadai..
Di samping pertimbangan untuk memulai suatu usaha di atas, ada pula pertimbangan lain dalam memilih bentuk  usaha kecil, yaitu harus mempertimbangkan :
a. Risiko terburuk. dalam suatu usaha, pertimbangan kegagalan harus selalu dipikirkan. Misalnya bagaimana apabila pemasaran tidak berjalan sebagaimana mestinya, bagaimana tindakan perusahaan kecil pada barang atau produk yang tidak terpasarkan padahal produk  tersebut mudah rusak misalnya, tahu atau tempe. Apakah dimusnahkan, dijual untuk pakan ternak, atau dibagikan kepada tetangga sebagai satu bentuk promosi.
b. Sukar atau mudahnya mendapat tambahan modal perlu juga menjadi bahan kajian karena semakin ke depan perusahaan tentu tidak hanya begitu-begitu saja. Harus ada perkembangan atau pertambahan dalam produksi dan pemasaran.
c. Mudah atau sukarnya mendapatkan bantuan teknis karena teknis pembuatan produk pun perlu mendapat peningkatan agar produk yang dihasilkan semakin berkualitas dan mendapatkan tempat di hati pelanggan.
d. Apa akibatnya apabila suatu saat usaha dihentikan, baik akibatnya bagi pemilik yang kehilangan modal dan laba, tenaga kerja yang menjadi pengangguran.

B. Pemasaran
Faktor yang perlu diketahui dalam aspek pasar dan pemasaran adalah sebagai berikut  :
a. Kedudukan  produk yang direncanakan di pasaran disukai atau tidak.
b. Faktor konsumen  meliputi kesukaan, keinginan, dan tujuan membeli produk yang akan kita pasarkan.
c. Perkembangan permintaan pasar pada masa yang akan datang.
d. Kekuatan dan kelemahan pesaing.
e. Cara pemasaran yang efektif.

c. Lokasi
Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan untuk menentukan lokasi produksi yang strategis.
a. letak sumber bahan baku, pasar, dan ongkos transport
b. lingkungan sekitar

Usaha  produksi yang menggunakan bahan baku yang mudah rusak lebih menguntungkan bila memilih lokasi dekat bahan baku. Adapun hasil produksi yang tidak tahan lama, umpamanya tauco, dan tahu merupakan poduk yang cepat rusak hingga lokasi produksi relatif dekat dengan pasar.
Dengan mempertimbangkan sifat mudah rusak atau tidaknya bahan baku dan hasil produksi selanjutnya tinggal memilih apakah lokasi harus dekat jalan raya untuk menghemat pengeluaran transport, harus dekat sungai untuk pembuangan air limbah yang telah dijinakan, atau harus dekat sumber air yang melimpah untuk bahan pembantu yang dibutuhkan dalam usaha tersebut.
Disamping pertimbangan-pertimbangan tadi, perlu juga dipertimbangkan faktor lingkungan setempat dan pengaruh adanya industri kecil terhadap lingkungan penduduk.

d. Tenaga Kerja
Langkah berikut merupakan gambaran bagaimana memilih dan mencari tenaga kerja yang akan membantu proses produksi kecil yang telah dipilih. Pertama-tama lakukan hal-hal berikut :
a. Membuat daftar kegiatan
b. Memperkirakan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan kegiatan produksi
c. Menyeleksi tenaga kerja dengan menyeimbangkannya sesuai pendanaan
d. Mencari tenaga kerja dan melatihnya apabila diperlukan
e. Menilai kemampuan kerja, kejujuran, loyalitas, kemampuan bekerja sama baik dinilai secara resmi maupun tidak resmi.

e. Izin Usaha
Sebelum usaha dimulai, satu tahap yang tidak boleh dilupakan adalah masalah perizinan. Memang tidak semua jenis usaha kecil diwajibkan memiliki izin. Akan tetapi, pemerintah setahap demi setahap mulai memberlakukan berbagai kemudahan untuk mengurus perizinan bagi usaha kecil, yaitu mulai dari usaha kecil yang sudah memiliki tempat kegiatan usaha perdagangan dan industri secara tetap.
Izin tersebut dimaksudkan untuk mewujudkan pembinaan, pengarahan, dan pengawasan kegiatan usaha. Juga dimaksudkan agar tercapai tertib usaha, dan segala kemudahan resmi lainnya.
f. Membuka Usaha Kecil Produksi Tahu
Membuka usaha kecil di bidang produksi makanan adalah salah satu alternatif yang risikonya tidak terlalu besar. Dalam kesempatan ini, penyusun mencoba memberi pandangan kepada pembaca untuk membuka usaha produksi tahu.
Banyak alasan mengapa, penyusun memilih tahu sebagai pilihan alternatif. Adapun alasannya adalah sebagai berikut.
1. Modal yang Murah
Tahu adalah jenis makanan yang dibuat dengan modal yang tidak besar. Untuk memproduksi tahu, kita tidak memerlukan mesin-mesin yang canggih dan mahal. Modal yang diperlukan sedikit saja. Peralatan yang dibutuhkan adalah peralatan  umum yang kita miliki di dapur dan sedikit peralatan dapat kita buat sendiri. Untuk membeli bahan bakunya pun tidak memerlukan modal yang mahal.

2. Bahan Baku Mudah Didapat
Bahan baku pembuatan tahu adalah kacang kedelai. Sebagai negara agraris, tentunya kita tidak sukar untuk mendapatkan kacang kedelai. Berbeda dengan jenis usaha lain yang terkadang membutuhkan bahan baku impor dan tidak terdapat di negara kita.

3. Pemasarannya Tidak Sukar
Tahu adalah produk makanan. Manusia membutuhkan makan setiap hari. Hampir sebagian besar dari kita sering mengkonsumsi tahu sebagai lauk pauk. Untuk itu, pemasarannyapun tidak sukar. Untuk memasarkan tahu, kita dapat menitipkannya ke pasar tradisional, warung-warung, pedagang asongan, bahkan ke super market.