Friday, 19 August 2016

Membuka usaha kecil

Membuka Usaha Kecil
Pentingnya usaha kecil sudah seharusnya disadari pada masa kini, karena kesadaran tersebut sudah djalani oleh negara-negara berkembang dan juga negara maju. Sebagai contoh, di Amerika Serikat, dari 5,5 juta usaha yang telah berjalan mantap ternyata 95 %-nya merupakan usaha kecil. Di Indonesia sendiri data seperti itu belum ada, tetapi menurut perkiraan banyak pengamat, tidak kurang dari 90 % usaha di Indonesia adalah usaha kecil.
Kedudukan usaha kecil di tengah-tengah kehidupan  berusaha telah mendapat tempat yang mantap, banyak menyerap tenaga kerja, ikut melancarkan peredaran perekonomian negara, bersifat lincah karena mampu hidup di sela kehidupan usaha besar, unik dan khusus sehingga tidak menghadapi usaha besar sebagai pesaing. Usaha kecil juga bersifat luwes untuk menyesuaikan dengan keadaan.
Batasan pasti tentang perusahaan kecil masih belum ditetapkan secara pasti. Untuk mengetahui besar, menengah, atau kecilnya suatu usaha orang menggunakan berbagai ukuran, misalnya : dengan ukuran jumlah penjualan tahunan dan jumlah gaji pekerja; dengan mengukur jumlah pekerja, penggunaan listrik, dan besarnya modal; bahkan jenis pembeli dan daerah pemasaran pun sering digunakan sebagai ukuran.
Ciri lain yang dapat digunakan sebagai ukuran untuk jenis usaha kecil, di antaranya :
Usaha yang dimiliki oleh pengusaha kecil umumnya secara bebas, dalam arti tidak memiliki kekhususan atau nama perusahaan atau  terkadang tidak berbadan hukum. Usaha kecil berjalan sebagai usaha di rumah-rumah yang dikerjakan bergotong royong oleh anggota keluarga.
Operasional usaha kecil  tidaklah memperlihatkan keunggulan, baik berupa penghasilan, jumlah pekerja, atau banyaknya produksi  yang mencolok.
Usaha kecil biasanya dimiliki dan dikelola oleh satu orang sebagai penggagas usaha itu dan dibantu oleh rekan terdekat sebagai usaha mencari nafkah keluarga.
Usaha kecil tentunya tidak memiliki karyawan yang resmi tercatat dalam serikat pekerja. Pegawai atau pekerja dari usaha kecil biasanya hanya pembantu satu atau dua orang atau anggota keluarga sendiri yang tidak mendapatkan upah secara resmi.
Adapun permodal usaha kecil dikumpulkan dari tabungan pribadi pemilik usaha tersebut.
Wilayah pasar usaha kecil bersifat lokal dan tidak jauh dari pusat usahanya.
A. Memulai Usaha Kecil dan Memilih Jenis Usahanya
Pada saat memutuskan untuk membuka usaha kecil yang mandiri, senantiasa timbul satu pertanyaan, usaha apa yang akan dilaksanakan ?
Ada beberapa faktor yang menjadi dasar pertimbangan di antaranya :
a. Faktor keuntungan: jika setelah diperhitungkan ternyata tidak memberikan keuntungan memadai, sebaiknya pilihan usaha yang  telah direncanakan dibatalkan.
b. Faktor pengusaan teknis cara membuat suatu barang atau jasa perlu dikuasai atau dipelajari atau menggunakan  orang lain untuk menguasainya..
c. Faktor bahan baku . Bahan pembantu merupakan faktor  yang penting yang ikut menentukan tingkat harga pokok dan kelancaran proses produksi usaha.
d. Faktor pemasaran harus diteliti kemungkinan pemasaran dan prospeknya di masa mendatang.
e. Faktor tenaga kerja. Yang perlu dipertimbangkan adalah tersedianya tenaga kerja yang murah dan kemungkinan untuk memenuhi baik jumlah, keahlian, maupun upah yang sesuai.
f. Faktor modal. Perlu dipertimbangkan kesesuaian antara modal yang dapat disediakan dengan kebutuhan usaha yang telah dipilih.
g. Faktor resiko yang harus ditanggung diseimbangkan dengan faktor keuntungan.
h. Faktor persaingan. Perlu dipelajari situasinya yang bakal terjadi dan disesuaikan dengan kemampuan menghadapi baik dalam persaingan modal maupun persaingan pemasaran.
i. Faktor kemudahan, baik kemudahan dari pemerintah maupun lingkungan misalnya kemudahan mendapatkan izin usaha, kredit modal, pajak, atau kemudahan urusan limbah.
j. Faktor manajemen atau pengelolaan dengan kepemimpinan yang baik sangat penting karena perusahaan kecil akan mudah gulung tikar apabila tidak dikelola dengan keahlian yang memadai..
Di samping pertimbangan untuk memulai suatu usaha di atas, ada pula pertimbangan lain dalam memilih bentuk  usaha kecil, yaitu harus mempertimbangkan :
a. Risiko terburuk. dalam suatu usaha, pertimbangan kegagalan harus selalu dipikirkan. Misalnya bagaimana apabila pemasaran tidak berjalan sebagaimana mestinya, bagaimana tindakan perusahaan kecil pada barang atau produk yang tidak terpasarkan padahal produk  tersebut mudah rusak misalnya, tahu atau tempe. Apakah dimusnahkan, dijual untuk pakan ternak, atau dibagikan kepada tetangga sebagai satu bentuk promosi.
b. Sukar atau mudahnya mendapat tambahan modal perlu juga menjadi bahan kajian karena semakin ke depan perusahaan tentu tidak hanya begitu-begitu saja. Harus ada perkembangan atau pertambahan dalam produksi dan pemasaran.
c. Mudah atau sukarnya mendapatkan bantuan teknis karena teknis pembuatan produk pun perlu mendapat peningkatan agar produk yang dihasilkan semakin berkualitas dan mendapatkan tempat di hati pelanggan.
d. Apa akibatnya apabila suatu saat usaha dihentikan, baik akibatnya bagi pemilik yang kehilangan modal dan laba, tenaga kerja yang menjadi pengangguran.

B. Pemasaran
Faktor yang perlu diketahui dalam aspek pasar dan pemasaran adalah sebagai berikut  :
a. Kedudukan  produk yang direncanakan di pasaran disukai atau tidak.
b. Faktor konsumen  meliputi kesukaan, keinginan, dan tujuan membeli produk yang akan kita pasarkan.
c. Perkembangan permintaan pasar pada masa yang akan datang.
d. Kekuatan dan kelemahan pesaing.
e. Cara pemasaran yang efektif.

c. Lokasi
Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan untuk menentukan lokasi produksi yang strategis.
a. letak sumber bahan baku, pasar, dan ongkos transport
b. lingkungan sekitar

Usaha  produksi yang menggunakan bahan baku yang mudah rusak lebih menguntungkan bila memilih lokasi dekat bahan baku. Adapun hasil produksi yang tidak tahan lama, umpamanya tauco, dan tahu merupakan poduk yang cepat rusak hingga lokasi produksi relatif dekat dengan pasar.
Dengan mempertimbangkan sifat mudah rusak atau tidaknya bahan baku dan hasil produksi selanjutnya tinggal memilih apakah lokasi harus dekat jalan raya untuk menghemat pengeluaran transport, harus dekat sungai untuk pembuangan air limbah yang telah dijinakan, atau harus dekat sumber air yang melimpah untuk bahan pembantu yang dibutuhkan dalam usaha tersebut.
Disamping pertimbangan-pertimbangan tadi, perlu juga dipertimbangkan faktor lingkungan setempat dan pengaruh adanya industri kecil terhadap lingkungan penduduk.

d. Tenaga Kerja
Langkah berikut merupakan gambaran bagaimana memilih dan mencari tenaga kerja yang akan membantu proses produksi kecil yang telah dipilih. Pertama-tama lakukan hal-hal berikut :
a. Membuat daftar kegiatan
b. Memperkirakan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan kegiatan produksi
c. Menyeleksi tenaga kerja dengan menyeimbangkannya sesuai pendanaan
d. Mencari tenaga kerja dan melatihnya apabila diperlukan
e. Menilai kemampuan kerja, kejujuran, loyalitas, kemampuan bekerja sama baik dinilai secara resmi maupun tidak resmi.

e. Izin Usaha
Sebelum usaha dimulai, satu tahap yang tidak boleh dilupakan adalah masalah perizinan. Memang tidak semua jenis usaha kecil diwajibkan memiliki izin. Akan tetapi, pemerintah setahap demi setahap mulai memberlakukan berbagai kemudahan untuk mengurus perizinan bagi usaha kecil, yaitu mulai dari usaha kecil yang sudah memiliki tempat kegiatan usaha perdagangan dan industri secara tetap.
Izin tersebut dimaksudkan untuk mewujudkan pembinaan, pengarahan, dan pengawasan kegiatan usaha. Juga dimaksudkan agar tercapai tertib usaha, dan segala kemudahan resmi lainnya.
f. Membuka Usaha Kecil Produksi Tahu
Membuka usaha kecil di bidang produksi makanan adalah salah satu alternatif yang risikonya tidak terlalu besar. Dalam kesempatan ini, penyusun mencoba memberi pandangan kepada pembaca untuk membuka usaha produksi tahu.
Banyak alasan mengapa, penyusun memilih tahu sebagai pilihan alternatif. Adapun alasannya adalah sebagai berikut.
1. Modal yang Murah
Tahu adalah jenis makanan yang dibuat dengan modal yang tidak besar. Untuk memproduksi tahu, kita tidak memerlukan mesin-mesin yang canggih dan mahal. Modal yang diperlukan sedikit saja. Peralatan yang dibutuhkan adalah peralatan  umum yang kita miliki di dapur dan sedikit peralatan dapat kita buat sendiri. Untuk membeli bahan bakunya pun tidak memerlukan modal yang mahal.

2. Bahan Baku Mudah Didapat
Bahan baku pembuatan tahu adalah kacang kedelai. Sebagai negara agraris, tentunya kita tidak sukar untuk mendapatkan kacang kedelai. Berbeda dengan jenis usaha lain yang terkadang membutuhkan bahan baku impor dan tidak terdapat di negara kita.

3. Pemasarannya Tidak Sukar
Tahu adalah produk makanan. Manusia membutuhkan makan setiap hari. Hampir sebagian besar dari kita sering mengkonsumsi tahu sebagai lauk pauk. Untuk itu, pemasarannyapun tidak sukar. Untuk memasarkan tahu, kita dapat menitipkannya ke pasar tradisional, warung-warung, pedagang asongan, bahkan ke super market.







No comments:

Post a Comment