Jenis Usaha
a.Usaha Makanan Kemasan
Usaha makanan kemasan tak kalah menariknya dengan usaha
boga lainnya. Makanan kemasan meliputi
makanan siap saji atau makanan siap santap, misalnya ayam goreng yang
telah dibumbui dan siap untuk digoreng tanpa harus di beri bumbu lagi dan
dilengkapi dengan sambal. Otak-otak dalam kemasan plastic mika yang tinggal digoreng, bandeng presto, dan lain sebagainya. Makanan cemilan atau snack, seperti keripik
singkong, keripik pisang, keripik kentang, keripik tempe, dan masih banyak lagi atau bisa juga
kue kering atau kue basah. Begitu pula dengan sambal siap makan, sayuran siap
masak, hingga bumbu instant yang semakin
praktis.
Dalam
menyusun rencana usaha makanan kemasan, kita harus memfokuskan jenis makanan
apa yang akan kita produksi. Misalnya, kita akan memproduksi kue basah atau kue
kering. Untuk tahap awal sebaiknya kita membuat contoh makanan yang diproduksi,
kemudian kita promosikan kepada kalayak ramai atau kepada saudara atau tetangga
dekat. Promosi tahap awal ini harus kita lakukan, dengan harapan agar mereka
menjadi pelanggan terdekat dan dari merekalah promosi ini akan terus
dikembangkan. Dengan demikian, produk yang kita hasilkan harus lain dari pada
yang lain, misalnya kue yang kita buat lebih enak dengan harga yang sesuai
dengan produk yang dihasilkan maka konsumen pun akan tertarik dan ingin mencoba
terus . begitu pula dengan masakan siap
makan atau siap olah yang semakin banyak kita temukan di pasar swalayan.
b.Kantin
Kantin atau
kedai makanan berada di universitas atau
sekolah-sekolah. Makanan yang dijual biasanya berupa makanan kecil, seperti
kue, minuman ringan, kopi, juice, dan lain-lain. Pilihan makanan sangat
terbatas karena waktu bukanya pun sangat terbatas, yakni ketika jam istirahat
belajar. Sedangkan di kampus, kantin bias buka atau berjualan mulai dari pagi
hingga sore, seesuai dengan waktu perkuliahan. Misalnya, di kantin para siswa
bias makan bakso, nasi rames, es juice, es sirup campur, makanan cemilan,
kue-kue, dan masih banyak lainnya.
c.Kafetaria
Kafetaria
merupakan restoran kecil yang
mengutamakan penjualan cake atau kue-kue kecil, sandwich atau roti iris, kopi,
the, juice, dan masih banyak lagi. Pilihan makanan sangat terbatas dan tidak
menjual minuman berarkohol. Kafetaria biasanya berada di perkantoran, pabrik,
rumah sakit atau kampus, sebagai tempat beristirahat atau selingan jam kerja
atau jam belajar. Kafetaria hamper sama dengan kantin yang membedakan hanya
lokasi dimana restoran kecil itu berada. Karena jenis makanan yang dijual
hamper sama dengan di kantin, yakni
dalam jumlah kecil atau terbatas dan harganya biasanya lebih mahal
sedikit dari kantin.
d.Restoran
Restoran
adalah sebuah usaha yang dikelola secara komersial untuk memberikan pelayanan
dengan baik kepada semua tamu yang datang tanpa memilah-milah tamu. Tujuan
operasional restoran adalah mencari keuntungan sebesar-besarnya dan dijalankan
dengan cara memberi kepuasan pelayanan kepada tamu yang datang agar usaha ini
dapat terus berlangsung.
Restoran pada umumnya berdiri sendiri atau merupakan bagian dari hotel
yang letaknya ada yang berada dalam
suatu hotel, kantor maupun pabrik atau diluar kantor, hotel atau pabrik.
Dilihat dari pengelolaan dan
sistem penyajiannya, restoran dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu:
1.Restoran
special (Specialities Restaurant), yakni usaha jasa pelayanan makanan dan
minuman dengan menyediakan makanan khas serta sistem penyajiannya pun khas, sesuai
dengan Negara asal restoran. Restoran yang dikelola secara komersial dan
professional ini cukup banyak berdiri di kota-kota besar di Indonesia. Restoran special ini misalnya Restoran Itali,
Restoran Jepang, Restoran Korea, dan masih banyak lainnya. Adapun ciri-ciri
dari restoran special ini adalah sebagai berikut.
a)tamu yang
datang bisa memesan tempat atau tanpa memesan tempat.
b)tamu yang
datang tidak terikat dengan pakaian formal atau resmi. Tetapi tamu datang
dengan memakai pakaian bebas dan sopan.
c)penyajian
disesuaikan dengan kebiasaan atau budaya dengan Negara asal restoran yang sudah
disesuaikan dengan budaya internasional.
d)menu yang
ditawarkan adalah makanan khas suatu
negara tertentu yang populer dan
disenangi banyak pelanggan secara umum.
e)menyediakan
makan siang dan makan malam.
f)menyediakan hiburan khas negara asal.
g)harga
makanan relatif tinggi dibanding di restoran informal dan lebih rendah
dibandingkan dengan restoran formal.
h)pramusaji
yang diperlukan cukup besar dengan standar kebutuhan seorang pramusaji melayani
8-12 tamu.
2.Restoran
formal (Formal restauran), yakni usaha
jasa pelayanan makanan dan minuman dengan pelayanan eksklusif dan dengan
pengelolaan secara komersial dan profesional. Restoran formal cukkup banyak
berdiri di Indonesia, terutama di kota-kota besar, misalnya Executive Restaurant. Adapun ciri-cirinya
adalah sebagai berikut.
a)pelanggan
atau tamu yang datang memakai pakaian
resmi atau formal, seperti stelan jas atau kemeja batik.
b)tamu yang
datang sebelumnya sudah memesan tempat.
c)menu
pilihan yang disediakan adalah menu klasik/menu eropa populer.
d)penyajian
yang dipakai adalah system russian service/french service atau perpaduan dari
keduanya.
e)ruangan
cocktail dan ruangan jamuan makan dibedakan tempatnya.
f)menyediakan
pelayanan makan siang dan makan malam.
g)berbagai
merek minuman lengkap, seperti wine,
champagne berkualitas baik cukup tersedia.
h)tersedianya
hiburan musik hidup dan tempat untuk melantai/berdansa.
i)harga
makanan dan minuman relatif tinggi dibanding harga makanan dan minuman di
restoran informal.
j.pramusaji
lebih banyak dengan standar kebutuhan seorang pramusaji melayani 4 hingga 8
tamu.
k)kursi dan
meja ditata dengan area service lebih
luas.
3.Informal
Restaurant (Restaurant Informal), yakni usaha jasa pelayanan makanan dan minuman dengan pelayanan cepat, praktis,
dan tamu yang datang silih berganti.
Dikelola dengan professional dan komersial. Misalnya, Fast Food Restaurant,
café, coffe Shop, dan masih banya lainnya. Adapun ciri-cirinya adalah sebagai berikut.
a)tamu yang
dating tidak perlu memesan tempat terlebih dahulu.
b)tamu yang
dating memakai pakaian bebas tetapi sopan.
c)menu sudah
ada di meja makan atau di setiap counter.
d)penyajian
yang dipakai adalah system american service ready plate atau self service.
e)menu yang
disediakan terbatas dengan penyajian cepat
f)harga
makanan danm minuman relatif murah
g)tidak
menyediakan hiburan musik hidup.
h)kursi dan
meja yang ditata lebih rapat antara satu dengan yang lain.
i)pramusaji
lebih sedikit dengan standar kebutuhan, seorang pramusaji untuk melayani 12-16
pelanggan.
No comments:
Post a Comment