Wednesday, 24 August 2016

Jenis-Jenis usaha Makanan (Boga)

Jenis Usaha
a.Usaha Makanan Kemasan
Usaha makanan kemasan tak kalah menariknya dengan usaha boga lainnya. Makanan kemasan meliputi  makanan siap saji atau makanan siap santap, misalnya ayam goreng yang telah dibumbui dan siap untuk digoreng tanpa harus di beri bumbu lagi dan dilengkapi dengan sambal. Otak-otak dalam kemasan plastic mika  yang tinggal digoreng,   bandeng presto,  dan lain sebagainya.   Makanan cemilan atau snack, seperti keripik singkong, keripik pisang, keripik kentang, keripik  tempe, dan masih banyak lagi atau bisa juga kue kering atau kue basah. Begitu pula dengan sambal siap makan, sayuran siap masak, hingga bumbu instant  yang semakin praktis.
            Dalam menyusun rencana usaha makanan kemasan, kita harus memfokuskan jenis makanan apa yang akan kita produksi. Misalnya, kita akan memproduksi kue basah atau kue kering. Untuk tahap awal sebaiknya kita membuat contoh makanan yang diproduksi, kemudian kita promosikan kepada kalayak ramai atau kepada saudara atau tetangga dekat. Promosi tahap awal ini harus kita lakukan, dengan harapan agar mereka menjadi pelanggan terdekat dan dari merekalah promosi ini akan terus dikembangkan. Dengan demikian, produk yang kita hasilkan harus lain dari pada yang lain, misalnya kue yang kita buat lebih enak dengan harga yang sesuai dengan produk yang dihasilkan maka konsumen pun akan tertarik dan ingin mencoba terus .  begitu pula dengan masakan siap makan atau siap olah yang semakin banyak kita temukan di pasar swalayan.
 
b.Kantin
Kantin atau kedai makanan  berada di universitas atau sekolah-sekolah. Makanan yang dijual biasanya berupa makanan kecil, seperti kue, minuman ringan, kopi, juice, dan lain-lain. Pilihan makanan sangat terbatas karena waktu bukanya pun sangat terbatas, yakni ketika jam istirahat belajar. Sedangkan di kampus, kantin bias buka atau berjualan mulai dari pagi hingga sore, seesuai dengan waktu perkuliahan. Misalnya, di kantin para siswa bias makan bakso, nasi rames, es juice, es sirup campur, makanan cemilan, kue-kue, dan masih banyak lainnya.    
   
c.Kafetaria
Kafetaria merupakan  restoran kecil yang mengutamakan penjualan cake atau kue-kue kecil, sandwich atau roti iris, kopi, the, juice, dan masih banyak lagi. Pilihan makanan sangat terbatas dan tidak menjual minuman berarkohol. Kafetaria biasanya berada di perkantoran, pabrik, rumah sakit atau kampus, sebagai tempat beristirahat atau selingan jam kerja atau jam belajar. Kafetaria hamper sama dengan kantin yang membedakan hanya lokasi dimana restoran kecil itu berada. Karena jenis makanan yang dijual hamper sama dengan di kantin, yakni  dalam jumlah kecil atau terbatas dan harganya biasanya lebih mahal sedikit dari kantin.  

d.Restoran
Restoran adalah sebuah usaha yang dikelola secara komersial untuk memberikan pelayanan dengan baik kepada semua tamu yang datang tanpa memilah-milah tamu. Tujuan operasional restoran adalah mencari keuntungan sebesar-besarnya dan dijalankan dengan cara memberi kepuasan pelayanan kepada tamu yang datang agar usaha ini dapat terus berlangsung.
Restoran pada umumnya berdiri sendiri atau merupakan bagian dari hotel yang letaknya  ada yang berada dalam suatu hotel, kantor maupun pabrik atau diluar kantor, hotel atau pabrik.
Dilihat  dari pengelolaan dan sistem penyajiannya, restoran dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu:
1.Restoran special (Specialities Restaurant), yakni usaha jasa pelayanan makanan dan minuman dengan menyediakan makanan khas serta sistem penyajiannya pun  khas, sesuai  dengan Negara asal restoran. Restoran yang dikelola secara komersial dan professional ini cukup banyak berdiri di kota-kota besar di Indonesia.  Restoran special ini misalnya Restoran Itali, Restoran Jepang, Restoran Korea, dan masih banyak lainnya. Adapun ciri-ciri dari restoran special ini adalah sebagai berikut.
a)tamu yang datang bisa memesan tempat atau tanpa memesan tempat.
b)tamu yang datang tidak terikat dengan pakaian formal atau resmi. Tetapi tamu datang dengan memakai pakaian bebas dan sopan.
c)penyajian disesuaikan dengan kebiasaan atau budaya dengan Negara asal restoran yang sudah disesuaikan dengan budaya internasional.
d)menu yang ditawarkan adalah makanan  khas suatu negara tertentu yang  populer dan disenangi banyak pelanggan secara umum.
e)menyediakan makan siang dan makan malam.
f)menyediakan  hiburan khas negara asal.
g)harga makanan relatif tinggi dibanding di restoran informal dan lebih rendah dibandingkan dengan restoran  formal.
h)pramusaji yang diperlukan cukup besar dengan standar kebutuhan seorang pramusaji melayani 8-12 tamu.

2.Restoran formal (Formal restauran), yakni usaha  jasa pelayanan makanan dan minuman dengan pelayanan eksklusif dan dengan pengelolaan secara komersial dan profesional. Restoran formal cukkup banyak berdiri di Indonesia, terutama di kota-kota besar, misalnya  Executive Restaurant. Adapun ciri-cirinya adalah sebagai berikut.
a)pelanggan atau tamu  yang datang memakai pakaian resmi atau formal, seperti stelan jas atau kemeja batik.
b)tamu yang datang sebelumnya sudah memesan tempat.
c)menu pilihan yang disediakan adalah menu klasik/menu eropa populer.
d)penyajian yang dipakai adalah system russian service/french service atau perpaduan dari keduanya.
e)ruangan cocktail dan ruangan jamuan makan dibedakan tempatnya.
f)menyediakan pelayanan makan siang dan makan malam.
g)berbagai merek minuman lengkap, seperti  wine, champagne berkualitas baik cukup tersedia.
h)tersedianya hiburan musik hidup dan tempat untuk melantai/berdansa.
i)harga makanan dan minuman relatif tinggi dibanding harga makanan dan minuman di restoran informal.
j.pramusaji lebih banyak dengan standar kebutuhan seorang pramusaji melayani 4 hingga 8 tamu.
k)kursi dan meja ditata dengan  area service lebih luas.

3.Informal Restaurant (Restaurant Informal), yakni usaha jasa pelayanan makanan dan  minuman dengan pelayanan cepat, praktis, dan  tamu yang datang silih berganti. Dikelola dengan professional dan komersial. Misalnya, Fast Food Restaurant, cafĂ©, coffe Shop, dan masih banya lainnya. Adapun  ciri-cirinya adalah sebagai berikut.
a)tamu yang dating tidak perlu memesan tempat terlebih dahulu.
b)tamu yang dating memakai pakaian bebas tetapi sopan.
c)menu sudah ada di meja makan atau di setiap counter.
d)penyajian yang dipakai adalah system american service ready plate atau self service.
e)menu yang disediakan terbatas dengan penyajian cepat
f)harga makanan danm minuman relatif murah
g)tidak menyediakan hiburan musik hidup.
h)kursi dan meja yang ditata lebih rapat antara satu dengan yang lain.
i)pramusaji lebih sedikit dengan standar kebutuhan, seorang pramusaji untuk melayani 12-16 pelanggan.

No comments:

Post a Comment