Thursday, 24 November 2016

Sifat Seorang Wirausahawan


Seorang wirausahawan haruslah seorang yang mampu melihat ke depan. Melihat ke depan bukan berarti melamun kosong, tetapi melihat, berpikir dengan penuh perhitungan, mencari pilihan dari berbagai alternatif masalah dan pemecahannya. Dari berbagai penelitian di Amerika Serikat, untuk menjadi wirausahawan, seorang harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut: (BN. Marbun, 1993:63)

             Ciri-ciri                            Watak

 Percaya diri                        Kepercayaan (keteguhan)
                                    Ketidaktergantungan, kepribadian                                     mantap
                                    Optimisme
                                    Berorientasikan tugas dan hasil
                                    Kebutuhan atau haus akan prestasi
                                    Berorientasi laba atau hasil
                                    Tekun dan tabah
                                    Tekad, kerja keras, motivasi
                                    Enegik
                                    Penuh inisiatif
 Pengambil risiko                               Mampu mengambil resiko
                                    Suka pada tantangan
 Kepemimpinan                         Mampu memimpin
                                    Dapat bergaul dengan orang lain
                                    Menanggapi saran dan kritik
 Keorisinilan                        Inovatif
                                    Kreatif fleksibel
                                    Banyak sumber
                                    Serba bisa
                                    Mengetahui banyak
 Berorientasi ke masa depan        Pandangan ke depan
                                    Perseptif


Demikian banyak ciri khas wirausaha dan kamu perlu memilikinya. Akan tetapi, jika tidak semua bisa kamu miliki, tak jadi masalah, dengan memiliki sebagian pun cukup.

a.     Percaya Diri
Sifat-sifat utama di atas dimulai dari pribadi yang mantap, tidak mudah terombang-ambing oleh pendapat dan saran orang lain. Akan tetapi, saran-saran orang lain jangan ditolak mentah-mentah, pakai itu sebagai masukan untuk dipertimbangkan, kemudian kamu harus memutuskan segera. Kamu harus optimis, orang optimis asal tidak ngawur, Insya Allah bisnisnya akan berhasil.
Orang yang tinggi percaya dirinya adalah orang yang sudah matang jasmani dan rohaninya. Pribadi semacam ini adalah pribadi yang independen dan sudah mencapai tingkat maturity. Karakteristik kematangan seseorang adalah ia tidak tergantung pada orang lain, dia memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi, objektif, dan kritis. Dia tidak begitu saja menyerap pendapat atau opini orang lain, tetapi dia mempertimbangkan secara kritis. Emosionalnya boleh dikatakan sudah stabil, tidak gampang tersinggung dan naik pitam. Juga tingkat sosialnya tinggi, mau menolong orang lain, dan yang paling tinggi lagi ialah kedekatannya dengan Khaliq sang Pencipta, Allah SWT. Diharapkan wirausahawan seperti ini betul-betul dapat menjalankan usahanya secara mandiri, jujur, dan disenangi oleh semua relasinya.

b.     Berorientasi pada Tugas dan Hasil
Orang ini tidak mengutamakan prestise dulu, prestasi kemudian. Akan tetapi, ia gandrung pada prestasi baru kemudian setelah berhasil prestisenya akan naik. Anak muda yang selalu memikirkan prestise lebih dulu dan prestasi kemudian, tidak akan mengalami kemajuan. Pernah ada seorang mahasiswa yang mengikuti praktik perniagaan di suatu perguruan, ia malu menjinjing barang belanjaannya ke atas angkot. Dia menjaga gengsinya dengan mencarter mobil taksi. Kebanyakan anak remaja tidak mau berbelanja ke pasar menemani ibunya karena gengsi. Padahal dengan ikut menemani ibu dan melihat suasana pasar, banyak pengalaman bisa diperoleh.
Berbagai motivasi akan muncul dalam bisnis jika kita berusaha menyingkirkan prestise. Kita akan mampu bekerja keras, enerjik, tanpa malu dilihat teman, asal yang kita kerjakan itu pekerjaan halal.

c.     Pengambilan Risiko
Anak muda sering dikatakan selalu menyenangi tantangan. Mereka tidak takut mati. Inilah salah satu faktor pendorong anak muda menyenangi olah raga yang penuh dengan resiko dan tantangan, seperti balap motor di jalan raya, kebut-kebutan, balap mobil milik orang tuanya, tetapi contoh-contoh tersebut dalam arti negatif. Olah raga beresiko yang positif ialah panjat tebing, mendaki gunung, arung jeram, motor cross, karate atau olah raga bela diri, dan sebagainya.
Ciri-ciri dan watak seperti ini dibawa ke dalam wirausaha yang juga penuh dengan risiko dan tantangan, seperti persaingan, harga turun naik, barang tidak laku, dan sebagainya. Namun semua tantangan ini harus dihadapi dengan penuh perhitungan. Jika perhitungan sudah matang, membuat pertimbangan dari segala macam segi, berjalanlah terus dengan tidak lupa berlindung kepada-Nya.


d.     Kepemimpinan
Sifat kepemimpinan memang ada dalam diri masing-masing individu. Namun sekarang ini, sifat kepemimpinan sudah banyak dipelajari dan dilatih. Ini tergantung kepada masing-masing individu dalam menyesuaikan diri dengan organisasi atau orang yang ia pimpin.
Ada pemimpin yang disenangi oleh bawahan, mudah memimpin sekelompok orang, ia diikuti, dipercaya oleh bawahannya. Namun ada pula pemimpin yang tidak disenangi bawahan, atau ia tidak senang kepada bawahannya, ia banyak curiga kepada bawahannya, ia mau mengawasi bawahannya tetapi tidak ada waktu untuk itu. Menanam kecurigaan kepada orang lain, pada suatu ketika kelak akan berakibat tidak baik pada usaha yang sedang dijalankan. Pemimpin yang baik harus mau menerima kritik dari bawahan, ia harus bersifat responsif.

e.     Keorisinilan
Sifat orisinil ini tentu tidak selalu ada pada diri seseorang. Yang dimaksud orisinil disini ialah tidak hanya mengekor pada orang lain, tetapi memiliki pendapat sendiri, ada ide yang orisinil, ada kemampuan untuk melaksanakan sesuatu.
Orisinil tidak berarti baru sama sekali, tetapi produk tersebut mencerminkan hasil kombinasi baru dari komponen-komponen yang sudah ada, sehingga melahirkan sesuatu yang baru. Bobot kreatvitas orisinil suatu produk akan tampak sejauh mana kala berbeda dari apa yang sudah ada sebelumnya.

f.     Berorientasi ke Masa Depan
Seorang wirauasha haruslah mempunyai  pandangan ke depan, apa yang hendak ia lakukan, apa yang ingin ia capai? Sebab sebuah usaha bukan didirikan untuk sementara, tetapi untuk selamanya. Oleh sebab itu, keberlangsungannya harus dijaga dan pandangan harus ditujukan jauh ke depan. Untuk menghadapi pandangan jauh ke depan, seorang wirausaha akan menyusun perencanaan yang matang agar jelas langkah-langkah yang akan dilaksanakan.

g.     Kreatifitas
Sifat keorisinilan seorang wirausaha menuntut adanya kreatifitas dalam pelaksanaan usahanya. Contoh: Dudi tinggal di dekat pengusaha mebel. Di tempat itu banyak potongan-potongan kayu kecil yang dibuang. Atas izin pemilik usaha, Dudi mengumpulkan potongan-potongan kayu itu. Kemudian Dudi mencoba meraut potongan kayu itu membentuk patung sederhana. Agar patung kecil itu bermanfaat dan juga indah, Dudi membuat patung itu menjadi gantungan kunci. Dudi pun berhasil memiliki usaha yang dapat menghasilkan uang.

No comments:

Post a Comment