Manusia sebagai makhluk sosial
Manusia, konon menurut Aristoteles, adalah makhluk sosial (zoon politikon). Tentunya, sangat beralasan kalau Aristoteles mengatakan hal itu.
Aristoteles adalah filsuf dan ilmuwan terbesar di masa lalu yang buah pikirannya masih diakui hingga kini. Ia boleh dikatakan sebagai salah satu guru agung pemikiran politik Barat. Aristoteles lahir di Kota Stagira, Makedonia (384 SM - 322 SM). Pandangannya tentang manusia adalah makhluk sosial, misalnya, memang benarlah adanya.
Menurut Aristoteles, bila sendirian, manusia hanya dapat sekadar mempertahankan nyawanya saja (zen). Untuk hidup dengan baik (euzen), artinya sebagai manusia yang beradab, yang dapat mengembangkan potensi-potensinya, manusia membutuhkan negara sebagai tatanan kehidupan bersama manusia (lain) dalam satu masyarakat (Franz Magnis-Suseno, Etika Politik, Prinsip-prinsip Moral Dasar Kenegaraan Modern, Gramedia, 1987).
Jika ditanyakan kepada teman-temanmu adakah di antara mereka yang dapat hidup sendiri, tentunya jawabannya tidak ada. Manusia bagaimanapun status sosialnya tidak ada yang dapat hidup sendiri.
Hubungan kehidupan manusia dalam masyarakat bagai kehidupan ikan dalam air. Ikan akan mati jika tidak beada di dalam air. Sedangkan manusia akan merasakan kehidupannya yang sejahtera apabila hidupnya enyatu dalam masyarakat.Apabila kehidupan dalam masyarakat tidak menyatu atau mengasingkan diri akan mengalami banyak kesulitan, kurang berkembang dan kurang sejahtera.
Terpenuhinya kebutuhan sehari-hari, seperti: sandang, pangan, perumahan, pendidikan, dan kesehatan, pada dasarnya karena adanya bantuan dari orang lain dalam masyarakat.
Selain kebutuhan yang bersifat pribadi ada pula kebutuhan yang besifat umum, seperti jalan, jembatan, tempat ibadah, sekolah, dan lain-lain. Sarana umum merupakan tanggung jawab bersama. Usaha pembangunannya menjadi tanggung jawab bersama. Inilah yang mencirikan manusia sebagai makhluk sosial.
Di sekolah, kamu pun tidak dapat hidup sendiri. Kamu membutuhkan teman untuk bermain, belajar bersama, dan lain-lainnya. Jika kamu tidak bergaul dengan teman-temanmu, kamu akan sulit untuk memenuhi kebutuhanmu.
No comments:
Post a Comment