MOTIF EKONOMI
Motif ekonomi adalah alasan yang mendorong manusia melakukan tindakan ekonomi. Mengapa manusia hidup berkeinginan atau berkehendak? Seseorang melakukan suatu tindakan atau usaha karena didorong oleh suatu keinginan atau kehendak. Keinginan yang mendorong manusia untuk bertindak disebut motif.
Motif ekonomi mendorong anggota masyarakat untuk berusaha mencari nafkah kebutuhan hidup dengan berbagai cara.
1. Macam-macam Motif yang Mendorong Manusia untuk Melakukan Suatu Tindakan
Ada beberapa motif yang mendorong orang untuk melakukan suatu tindakan. Motif tersebut adalah sebagi berikut.
a. Motif untuk memperoleh laba/keuntungan
Banyak usaha yang dapat dilakukan untuk memperoleh laba/keuntungan dengan tidak merugikan orang/pihak lain, misalnya:
1) meningkatkan kualitas barang yang dihasilkan.
2) memberi pelayanan yang baik waktu menimbang atau mengukur.
b. Motif Memperoleh Kekuasaan
Biasanya perusahaan besar sekalipun sudah berpengaruh luas di masyarakat, masih terus berusaha keras untuk terus memperluas usahanya, misalnya: Seorang pengusaha yang telah sukses di bidang ekspor-impor, masih berusaha membuka usaha di bidang peternakan, perkebunan, dan lain sebagainya.
2. Motif Memperoleh Penghargaan
Telah kita pahami bahwa manusia selain sebagai makhluk ekonomi juga merupakan makhluk sosial. Sifat manusia sebagai makhluk sosial salah satunya adalah keinginan untuk memperoleh pengghargaan dari masyarakatnya. Untuk memperoleh penghargaan di masyarakat banyak hal yang dilakukan oleh manusia, misalnya: bagi masyarakat kota akan lebih terpandang bila memiliki rumah mewah, mobil dan perabotan rumah tangga yang mewah.
Berbeda halnya dengan masyarakat. Masyarakat desa akan merasa terpandang jika memiliki sawah atau kebun yang luas, serta memiliki sapi atau kerbau yang jumlahnya cukup banyak.
3. Motif Sosial
Selain ingin mendapatkan pengghargaan, motif orang melakukan tindakan ekonomi adalah karena motif sosial, yaitu menolong orang lain. Keinginan untuk memberikan kesejahteraan/menolong kepada pihak lain merupakan suatu tindakan yang bermotif sosial. Contoh:
a. menyantuni yatim piatu.
b. menyediakan sumbangan untuk fakir miskin, panti asuhan, panti jompo
c. memberikan sumbangan kepada badan-badan amal.
Tindakan yang bersifat tidak rasional merupakan tindakan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ekonomis, karena menghamburkan biaya. Misalnya: upacara tradisional yang dilakukan oleh masyarakat desa secara besar-besaran pada saat sebelum dan sesudah panen, tetapi tradisi semacam ini semakin lama semakin hilang setelah masyarakat desa mengerti hidup secara ekonomi.
No comments:
Post a Comment