TINGKAH LAKU KONSUMSI
Pemerintah berusaha menciptakan masyarakat Indonesia yang adil makmur. Adil dalam arti pembagian pendapatan masyarakat secara merata, setiap warga mendapat sumber penghasilan. Dengan penghasilan itu dapat dibeli barang untuk memenuhi kebutuhan hidup yang layak. Kehidupan yang layak menjadi idaman bagi setiap warga masyarakat. yaitu kehidupan dimana segala kebutuhan material (barang dan Jasa), ataupun spritual (Rohani) dapat terpenuhi dalam jumlah dan kualitas yang cukup memadai.
Hidup yang layak tergantung pada 3 faktor:
1. Faktor pendapatan yang diperoleh.
2. Faktor tersedianya barang dan jasa.
3. Faktor harga barang dan jasa.
Pendapatan yang diterima oleh setiap warga sangat bergantung pada:
1. Tersedianya kesempatan kerja dalam masyarakat.
2 Keahlian dan keterampilan yang dimiliki oleh setiap warga.
Tersedianya barang dan jasa tergantung pada:
1. Kegiatan produsen yang menghasilkan barang.
2. Tingkat harga pasar.
Tingkat harga pasar dipengaruhi oleh :
1. Biaya produksi.
2. Jumlah permintaan dan penawaran.
Penghasilan masyarakat yang terbatas dan kebutuhan yang tidak terbatas, mengharuskan setiap orang dapat mengatur pembelian barang sesuai dengan kebutuhan. Misalnya:
1. Kebutuhan pokok/primer yang berupa sandang, pangan, dan papan harus didahulukan.
2. Rekreasi dapat dipenuhi jika penghasilan memungkinkan
3. Pertambahan jumlah dan macam kebutuhan dipenuhi dengan cara menambah penghasilan.
Makin tinggi penghasilan/pendapatan, makin tinggi tingkat konsumsi. Hal ini umumnya berlaku untuk rumah tangga masyarakat secara menyeluruh. Tingkat golongan pendapatan/pengahasilan. Tingkat harga pasar dipengaruhi oleh:
1. Biaya produksi
2. Jumlah permintaan dan penawaran
No comments:
Post a Comment